Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2016

Love, Hate, and Need : Relasi Saya dengan Media Sosial

Don't hate the media. Become the media! (J. Biafra)  Kutipan diatas saya comot dari salahsatu bagian tembok yang terpampang di kantor jurusan saya. Maafkan jikalau tidak saya cantumkan gambarnya secara langsung karena kutipan ini memang nggak se-hits kutipan "Crafting well informed society" yang sering banget dipake buat background foto yang pada kelar pendadaran, Ehehehe. Yha, kantor jurusan saya belakangan dipindah ke lantai lima, sih. Tapi sepertinya kutipan-kutipan yang ditulis dengan warna putih dan latar biru bermotif kotak-kotak ini masih ada. Cuman saya juga nggak tahu dipindah di sebelah mana tepatnya.

Baiklah. Kembali ke topik yang berkaitan dengan judul tulisan ini. Tanpa bawa-bawa embel-embel sebagai anak konsentrasi media, saya  adalah umat manusia yang terkadang atau sering turut serta dalam arus utama. Maksudnya, saya juga bagian dari para manusia yang memiliki beragam akun media sosial yang tersemat dalam gawai berbasis android di genggaman tangan saya. …

Perempuan dengan Hidup yang Maha Que Sera Sera

"Quesera-sera~ 
Whatever will be, will be
The future's not ours to see
Que sera sera~" 


Pernah dengar cuplikan lagu di atas? Cobalah dengarkan sejenak. Sejujurnya, saya sendiri mengenal lagu ini dari sebuah iklan semen merk H*lc*m ketika saya masih bocah dulu. Saya sengaja nggak nyantumin tautan ke link iklannya, soalnya saya nggak dibayar. Ehehehe. Pokoknya, iklan yang pake nada dan sebagian lirik lagu tadi terus-terusan nyantol di otak saya. Sampe-sampe saya searching lirik aslinya. 

Bisa jadi, lagu que sera sera ini merupakan soundtrack hidup saya. Ehehehe.. *minjem tagline salah satu stasiun radio yang hits di Jogja*. Kenapa? Karena memang hidup saya maha que sera sera. Apapun yang terjadi, terjadilah. *kali ini minjem potongan lirik lagunya Titiek Puspa yang kupu-kupu malam*. Kalau kata orang-orang yang katanya beriman, sih, manusia bisa berencana, tapi Tuhan yang memutuskan. Intinya, konon Tuhan punya rancangan tersendiri terhadap jalan hidup mereka yang ngaku umat-Nya.