cerita sebelumnya... Suasana rumah sakit cukup ramai, meski keramaian ini tidak bisa menutupi aura dingin yang menyeruak. Semua orang tahu bahwa rumah sakit bukan merupakan tempat yang nyaman bagi banyak orang, termasuk bagiku sendiri. Pekerjaanku memang menuntutku untuk sering mengunjungi rumah sakit demi penyelidikan atas kasus yang kutangani. Meski begitu, aku tidak pernah merasa terbiasa apalagi nyaman dengan tempat semacam ini. Aku melangkah, mencari sosok Adrianna di deretan orang-orang yang tengah duduk di bangku-bangku panjang sambil mengenggam dua papercup berisi kopi manis hangat. Samar-samar, aku bisa membayangkan wajahnya yang terlihat dalam foto-foto di tempat kejadian tadi. Aku melihatnya. Duduk sendirian dengan perasaan yang tidak dapat kugambarkan dengan tepat. Raut wajahnya memancarkan kesedihan. Dia tampak terguncang. Kusodorkan kopi yang kubawa kepadanya sambil memperkenalkan diriku. "Adrianna? Perkenalkan, aku Valerie. Panggil saja Val." kataku. Ke...
N0thing, just saying~