Skip to main content

Posts

Showing posts with the label 01

Kedai IQ

Berkaitan dengan postingan saya yang ini , saya bermaksud membuat postingan lain. Ini postingan pertama saya terkait artefak hidup saya yang saya ambil secara acak dari tumpukan-tumpkan artefak lainnya. Karea kebetulan berupa struk tempat makan, mungkin postingan kali ini jatohnya malah kayak review tempat makan. Tapi, yasudahlah.. Suka-suka saya sajalah ya~ Jadi, ceritanya waktu (10/1) itu saya pulang natalan kmk fakultas. Sebenarnya sore itu saya juga diajakin dolan ke Edu park. Cuman yo waktunya nanggung, soalnya natalannya juga mulai sore-sore gitu. Karena dapat makan, Sebagai anak beriman, saya milih natalan dong. Karena pulangnya kurang malem, terus sebagian yang ikut natalan memilih untuk melanjutkan dengan karaokean. Saya sih ngikut, masih sore ini. Nah, habis karaokean, saya sama Adisti (teman saya yang ikutan karaokean jugak) ngerasa males aja kalo langsung pulang. Jadi, kami memutuskan untuk mampir nongkrong sambil ngemil. Karena saat itu sudah hampir tengah malam, ...

Racun Serangga (part1)

Sore ini sedikit berawan ketika aku tengah menikmati waktu istirahatku yang singkat dengan menghisap sebatang rokok. Jadwalku cukup padat akhir-akhir ini karena terlalu banyak kasus yang harus aku tangani. Aku harus berhadapan dengan kasus kriminal yang tidak pernah ada habisnya. Sebagian besar kasus tersebut berakhir dengan korban jiwa. Entah pencurian, penculikan, atau apa, pembunuhan dan kematian sepertinya menjadi tujuan akhirnya. Entah pembunuhan tersebut sengaja atau tidak disengaja, direncana atau tidak direncana. Intinya, hampir sebagian besar kasus yang kutangani berkaitan dengan orang mati. Ponselku berdering. Sebuah panggilan dari nomer rekan kerjaku. Sepertinya ada pekerjaan yang kembali harus kuurus.  "Halo.. ada kasus apa lagi kali ini?" tanyaku "Ada orang mati. Lagi-lagi..." kata suara di seberang telepon. Seorang rekan kerja bernama Ben. "Pembunuhan? terkait penculikan atau pencurian?" tanyaku lagi "Sepertinya bukan....

Suatu Senja

Senja beranjak, petang menjelang.  Di luar tampak gerimis yang sepertinya tidak berkesudahan. Namun tekadku untuk keluar rumah sudah bulat. Gerimis yang bisa saja mengganas menjadi hujan bukan alasan untuk tidak pergi sore ini. Kudengar adzan maghrib berkumandang. Kuputuskan untuk menunggunya berlalu, baru kemudian aku mengenakan jas hujanku,  menyalakan motorku baru kemudian meluncur ke jalanan.Kali ini aku punya tujuan, bukan sekedar keluyuran tanpa alasan. Aku ingin menonton pertunjukan musik yang kebetulan letaknya tidak sebegitu jauh dari tempat yang kupanggil rumah. Selain gratis, event besar macam ini memang sangat sayang untuk dilewatkan. Jalanan cukup sepi. Sepertinya para manusia lainnya tengah enggan berurusan dengan aspal yang basah dan lebih memilih kenyamanan di pernaungan mereka masing-masing. Aku masih mengendarai motorku tak terlalu merasa terburu. Aspal yang masih basah cukup licin terguyur hujan yang menggerims mencegah niatku untuk mempercepat laju moto...

Kopi #01

Kopi  pertama yang kuseduh sendiri pagi ini. Sendiri, hanya secangkir dan hanya untukku yang memang igin menikmatinya sendiri. Entah cangkir keberapa yang kuseduh selama aku jatuh cinta pada kopi. Kopi yang banyak orang sebut kopi hitam, padahal warnanya tak selalu hitam legam laiknya arang.  Warnaya coklat, coklat tua tepatnya.  Tapi sebagian besar orang sudah terlanjur memberikan julukan hitam.  Rasis? Bukan juga.  Cuma kebiasaan.