Skip to main content

Posts

Romantisme jingga, dan senja

Selalu ada romantisme yang terjalin antara jingga dan senja.  Apalagi alasannya kalau bukan karena warna jingga identik dengan senja. Entah berapa banyak tulisan mengenai senja yang terkait dengan romantisme dan jingga.  Dan entah ada berapa manusia yang menjadi seorang penikmat, atau bahkan pemburu senja. Senja yang konon tak pernah serupa di berbagai belahan dunia.Senja dengan segala keremangannya. Senja yang redup sehingga membuat segalanya nampak indah dalam suatu ketidakjelasan. Bila jingga disandingkan dengan kata selain senja, apakah romantisme yang kuat itu tetap ada? ditulis 31 Desember 2012, Senin terakhit tahun ini

Meracau

Satu jam lebih tengah malam sudah lewat. Aku masih sibuk dengan tugasku. Menulis sebuah cerita pendek. Jalan cerita sudah jelas tergambar dalam memori. Lokasi pasti bisa dipikirkan nanti. Hanya ada satu masalah. Aku belum bisa menentukan nama tokoh utama ceritaku. Aku butuh sebuah nama. Sebuah nama yang samasekali tidak identik dengan diriku. Sebuah nama yang tidak kuno, namun masih mencirikan nama Indonesia. Sebuah nama yang juga tidak mewakilkan salah seorangpun yang menjadi anggota kelasku. Mataku tidak memberikan tanda-tanda butuh istirahat. Haruskah sementara kutuliskan kode nomor untuk pelaku dalam ceritaku?? Sudahlah, abaikan saja. Aku hanya tengah meracau.

Kesendirian dan Kerumunan

Sudah petang. Aku melangkah dalam gerimis hujan. Berjalan dalam keramaian sendirian.  Disekitar orang-orang berkerumun. Satu, dua, tiga, empat,.. sebelas. Selusin wajah lebih tampak familiar. Bukan. Dua lusin,lebih bahkan. Namun aku tetap bertingkah seakan tak kenal. Karena dalam ketidak kenalan aku jauh merasa lebih nyaman. Aku bukan anti sosial. Aku hanya sedang ingin menikmati kesendirian. Kesendirian diantara kerumunan.

Jempol Kaki Kiri

Entah ada apa denganku pagi ini. Sepertinya aku sedang kesal, atau memang segala sesuatu disekelilingku memang seketika jadi mengesalkan. Tadi ketika aku mengeluarkan motorku, kurasakan ada rasa ngilu di jempol kaki kiriku. Kuarahkan pandanganku kearah jempol kaki kiriku tadi. Kulihat kuku jarinya  memutih. Sekitar tiga perempat bagiannya tidak menempel lagi pada tempatnya. Warnanya jadi putih pucat, seakan  bukan merupakan bagian dari kehidupan.  Darah merah segar mengucur dari  bagian sisinya. Kuku jari memiliki tiga sisi yang melekat pada daging dan kulit. Dan sekarang jempol kaki kiriku  pada dua sisinya yang saling berhadapan sudah tidak lagi menancap kuku jari. Hanya tinggal satu sisi yang berhadapan dengan sisi satunya yang bebaslah yang masih menempel, terselubungi daging dan kulit. Aku sedikit panik. Cepat-cepat kukembalikan kuku jempol kakiku ke posisinya semula. Kutekan sedikit. Darah kembali mengucur dari sisi kiri dan kanan jempol kaki kirik...

David Choi - Won't Even Start - Official Video

That's one of  my favorite musician, David Choi Ceritanya nih aku lagi iseng, buka-buka video di youtube, random. Dan pertama kali dengerin lagunya atau yang di- cover sama dia ,  aku langsung suka. Dan ini pertamakalinya aku suka sama musisi yang sebelumnya aku samasekali nggak pernah denger dari orang lain. Well, enjoy ...