Skip to main content

Lima Makanan yang Membahagiakan


Akhir-akhir ini saya sedang jatuh cinta pada sebuah makanan, bahkan sampai terbawa mimpi. Dulu makanan ini identik dengan bentuk bulat dengan lubang di tengahnya. Tapi sekarang sudah  ada macam-macam variasi.  Iya, makanan yang saya maksud adalah donat, karena mengunyah donat membuat saya merasa bahagia. Kemudian saya menobatkan beberapa makanan lain yang memunculkan perasaan bahagia bagi yang memakannya.  Membahagiakan bukan karena zat-zat tertentu yang terkandung di dalamnya melainkan karena memang ada sensasi tertentu yang merangsang kita  untuk menuju kunyahan atau gigitan selanjutnya. Oke, inilah lima makanan yang membahagiakan versi saya.
1.       Donat
Saya meletakkan donat pada posisi pertama karena memang makanan ini yang sempat menghantui mimpi-mimpi saya akhir-akhir ini. Donat yang banyak ditemui sekarang bukan lagi berbentuk bulat dengan satu lubang di tengahnya. Sekarang bentuk donat sudah semakin bervariasi, terlebih ditambahkan berbagai macam isian ditengahnya. Selain itu topping donat semakin beragam mulai dari gula halus, keju, kacang, dan meses, dan lain-lain. Selain itu ada juga variasi lain berupa oreo. Bahagia rasanya mengunyah donat empuk dengan filling blueberry dan lapisan coklat diatasnya. Atau donat lembut dengan taburan oreo yang membuat mood menjadi lebih baik.
2.       Tahu Bakso
Ketika perut lapar tapi belum waktunya makan siang atau tidak sempat makan berat, tahu bakso bisa jadi cemilan yang menggiurkan. Tapi tidak semua tahu bakso bisa dianggap makanan yang membahagiakan. Tahu bakso yang saya maksud adalah tahu bakso dengan kulit tahu tipis dan diisi bakso sapi sampai  isinya keluar. Jadi mungkin lebih cocok disebut bakso tahu, karena memang isiannya lebih mendominasi. Apalagi sekarang ada variasi tahu bakso dengan rasa, rasa spaghetti misalnya.
3.       Chocochips Cookies
Sebelumnya saya tidak terpikirkan untuk memasukkan cookies dengan butir-butir coklat ini ke dalam daftar makanan yang membahagiakan versi saya. Namun tadi siang ketika saya ke swalayan dan melewati bagian biskuit, cookies, dan cemilan sebangsanya, saya tertarik untuk membeli cookies yang satu ini. Perpaduan biskuit dan butiran coklat memang nikmat dikunyah, apalagi ketika sedang bosan, meskipun kadang endingnya bikin gigi jadi ngilu. Untungnya sekarang tersedia chocochips cookies kemasan kecil, jadi sesuai kalau isi kantong sedang terbatas.
4.       Roti gula
Ini  salah satu makanan yang sering saya beli di kantin fisipol. Entah apa sebutannya, roti tawar berbentuk persegi bertabur gula ini mirip dengan bagelen karena sama-sama dipanggang sampai renyah. Bedanya, kalau bagelen toppingnya terbuat dari gula halus, roti gula ini ditaburi gula pasir. Roti gula ini cocok dinikmati dengan kopi hitam.

5.       Permen  Kapas Koala
Kalau makanan-makanan sebelumnya kunyah-able alias bisa dikunyah, makanan membahagiakan selanjutnya tidak perlu dikunyah untuk menikmatinya. Berbeda dengan permen kapas yang biasa kita temui di pasar malam yang cenderung kasar dan lebih cocok disebut permen dakron, permen kapas ini teksturnya mirip kapas yang biasa digunakan untuk wajah. Selain lembut, rasanya tidak sekedar manis karena ada serbuk rasa aneka buah di dalamnya.







Comments

Popular posts from this blog

Pertanyaan-pertanyaan Tentang (Kedai) Kopi Yang Coba Saya Jawab Sendiri

Beberapa juta tahun cahaya yang lalu, saya sempat menulis mengenai enam pertimbangan dalam memilih tempat untuk nongkrong. Belakangan saya sadar, sebagian besar tongkrongan saya adalah kedai kopi, atau paling tidak menyediakan kopi dalam daftar menunya. Saya sadar, belakangan kedai kopi di Jogja kian menjamur seperti tugas akhir yang saya biarkan menganggurketika menulis postingan ini.

Sebelumnya, saya ingin meluruskan bahwa saya bukanlah seorang coffee snob , pendekar, atau apapun itu yang paham fafifu soal perkopian. Hamba sekadar mahasiswa yang butuh ruang yang nyaman untuk bersosialisasi maupun berindividualisasi. Sebagai seorang yang bukan ekstrovert dan nggak introvert-introvert amat, kedai kopi adalah tempat yang sesuai bagi saya untuk sekadar mojok dewean, menulis sesuatu, atau iseng baca webtoon dan yutuban. 

Sejujurnya saya merasa postingan ini agak tolol. Kalau mau, bisa saja saya wawancara orang yang betul-betul paham soal kopi. Tapi, toh ini bukan portal berita. Bukan pu…

Kedai IQ

Berkaitan dengan postingan saya yang ini, saya bermaksud membuat postingan lain. Ini postingan pertama saya terkait artefak hidup saya yang saya ambil secara acak dari tumpukan-tumpkan artefak lainnya. Karea kebetulan berupa struk tempat makan, mungkin postingan kali ini jatohnya malah kayak review tempat makan. Tapi, yasudahlah.. Suka-suka saya sajalah ya~


Jadi, ceritanya waktu (10/1) itu saya pulang natalan kmk fakultas. Sebenarnya sore itu saya juga diajakin dolan ke Edu park. Cuman yo waktunya nanggung, soalnya natalannya juga mulai sore-sore gitu. Karena dapat makan, Sebagai anak beriman, saya milih natalan dong. Karena pulangnya kurang malem, terus sebagian yang ikut natalan memilih untuk melanjutkan dengan karaokean. Saya sih ngikut, masih sore ini. Nah, habis karaokean, saya sama Adisti (teman saya yang ikutan karaokean jugak) ngerasa males aja kalo langsung pulang. Jadi, kami memutuskan untuk mampir nongkrong sambil ngemil. Karena saat itu sudah hampir tengah malam, kami semp…

Sebelum Sambat Soal Harga Secangkir Kopimu, Perhatikan Hal-hal Ini

"Kamu kaya, ya? Ke koffisyop situ melulu. Kan mahal"
"Kamu kerja di S***sa, kan?"
"Ngakunya miskin, kok tiap hari ke koffisyop!"
Selamat pagi-siang-petang-senja-sore-malam-subuh, sanak saudara dan handai taulan sekalian! Belum lama ini saya iseng-iseng bikin voting di instagram yang kurang lebih begini bentuknya:
Saya mengakui bahwa saya termasuk orang yang cukup sering nongkrong di koffisyop, baik dewean atau bersama teman. Bahkan pernah dalam satu minggu penuh, saya nongkrong di salah satu koffisyop langganan (kecuali kalau pas tutup). Saya cukup sadar jika ada potensi orang-orang di seberang sana (yang hanya memantau kondisi saya via linimasa) cenderung menganggap saya: sok sugih, ngopi terus padahal kerjo wae durung, cuma menghabiskan duit dari orang tua,boros, dan fafifu lainnya. Ini asumsi saya, sih. Tapi saya yakin ada yang begini kok, meski cuma disimpan dalam hati :))
Secara pribadi, saya punya beberapa pertimbangan untuk rajin berkunjung ke kof…