Skip to main content

Posts

Bi(ngung/mbang)

Jika masing-masing pendirian boleh memiliki seorang tuan, mungkin pendirian milik saya sedang kelayapan. Sejak hari resmi  dinyatakan berganti dan malam jumat telah lewat karena kehilangan kata malam, saya memang sudah dilanda kebingungan. Bimbang, bingung dalam menentukan pilihan. Bingung memilih mata kuliah misalnya. Sepertinya saya terlalu banyak   lama berpikir sebelum sempat mencontreng satu mata kuliah pilihan hingga waktu yang disediakan terlanjur expired . Rasa-rasanya hari ini pendirian saya sedang liburan, dan kebimbangan menggantikan tugas si pendirian untuk menemani saya. Entahlah, saya bingung kenapa saya bisa  seperti ini. Semoga pendirian saya segera pulang secepatnya, paling tidak sebelum periode revisi.

Roti menuju dewasa

Hari ini, atas nama keseloan , saya menemani sepupu saya nonton film. Seperti yang sudah-sudah, kami biasanya memilih untuk nonton di amplas, sekalian makan dan jalan-jalan. Dan lagi-lagi seperti yang sudah-sudah, setiap ke amplas kami selalu menyempatkan diri membeli roti  yang dikenal dengan roti b (sebut saja begitu)  . Setahu saya, kalau di Jogja  roti ini cuma ada di amplas, tepatnya lantai paling bawah, disamping toko obat . Memang ada sih roti yang jadi kloningan roti ini di malioboro mall, tapi rasanya tidak seenak roti b yang saya kenal. Saya lupa kapan tepatnya saya mengenal roti ini. Tapi, sesuai namanya, roti ini mengingatkan saya pada sesosok anak laki-laki  kecil lucu dengan pipi gembul yang menggemaskan dan gigit- able. Roti b memiliki aroma yang khas serta lapisan luar yang renyah beraroma kopi dengan rasa yang pas, setidaknya bagi saya. Rasa bagian dalamnya juga khas dan membuat satu gigitan atau bahkan satu biji roti b ini tidak cukup bagi s...

Rahasia dalam kotak kaca

Suatu senja yang redup, terjadilah percakapan antara pencerita dengan pendengar setianya ... “Wahai kamu, pendengar setiaku. Dimanakah kamu menyimpan segala rahasia yang kuceritakan kepadamu?” tanya seorang pencerita kepada pendengar setianya “Aku menyimpannya dalam sebuah kotak kaca” jawab si pendengar “Tapi, bagaimana bisa? Apakah kamu yakin segalanya aman? Apakah kamu bisa aku percaya?” tanya si pencerita lagi “Tenang. Kotak kaca ini bukan kotak kaca biasa.” jawab pendengar sambil tersenyum “Ceritakan kepadaku lebih lanjut. Aku ingin tahu. Biarlah kali ini kita bertukar posisi. Kamu pencerita, dan aku pendengarnya” pinta si pencerita “Baiklah.  Semua rahasiamu tersimpan di kotak kaca penyimpan rahasia. Antipeluru dan sekuat baja, serta kedap suara. Rahasiamu pasti aman disana” jawab pendengar setia “Seperti apa bentuk rahasia yang tersimpan di dalamnya?” lagi-lagi pencerita bertanya “Bentuknya seperti kabut asap, dengan warna yang berbeda-bed...

Kopi Susu

Pada suatu hari, saya mencampur kopi hitam dengan susu kental manis. Saya lupa takarannya. Entah kenapa, rasanya tawar. Atau lidah saya yang salah merasakan? Mungkin saya akan coba membuat kopi susu lagi kapan-kapan.

Sepi

Banyak yang terjadi hari ini. Ada pengumuman undangan, krs'an, dan lain-lain. Sebagai mantan maba, yang paling mengena di hati saya adalah krs-an. Kenapa? Karena kali ini krs-annya beda. Bukan sekedar menentukan mata kuliah, tapi juga penjurusan. Duh, jadi teringat penjurusan SMA ._.  Beberapa dari teman saya memilih diluar dugaan saya. Iya, dugaan yang muncul atas dasar rasa sok tahu saya. Mungkin saya belum terlalu mengenal mereka seperti yang saya kira sebelumnya. Waktu kuliah tadi juga rasanya ada yang  berbeda. Padahal sampai uas besok kami masih sekelas di semester dua ini. Sepertinya kelas di semester 3 (dst) nanti akan jadi lebih sepi sejak penjurusan ini.  Sepi, sampe ada kayak ginian lewat ._.

Anak baik-baik

Hari ini hari minggu. Diana pergi beribadah bersama kedua orangtuanya. Mereka hanya bertiga, karena kebetulan anak pertama dari suami ibunya Diana belum kembali dari pengembaraannya. Ya sudah, mau bagaimana lagi. Toh kesempatan semacam ini langka, sangat jarang terjadi.Jarang sekali. Kali ini Diana menjadi anak baik-baik. Duduk ditengah, diantara papa dan mamanya. Duduk manis, tenang tanpa banyak bicara. Tidak berceloteh mengenai kelakuan orang-orang di sekitarnya. Seperti sosok anak idaman, tidak tertarik untuk berlarian seakan tidak punya teman. Seakan hanya ada papa dan mamanya yang dia kenal. Tidak berisik ataupun mengkritik, hanya sesekali membalas bacaan serta doa yang memang butuh balasan. Patuh, tidak banyak mengeluh, meski dalam isi kepalanya mengembara , berkelana sampai jauh.Siapa peduli? Lagipula yang dilihat para manusia sekitarnya hanyalah raga. Raga yang duduk manis, diam, dan tidak berisik. Yah, sekali-sekali tak apalah. Toh Diana jarang bisa dan mau begini. Jarang...

Lupa Bahagia

Bahagia itu sederhana. Sesederhana melihat senyum seorang bocah kecil tanpa dosa. Sesederhana menanti mentari terbenam dan melihat warna-warna senja yang diliputi jingga, magenta, dan sepercik biru muda. Sesederhana menikmati semangkuk indomie kuah dengan asap panasnya yang mengepul lengkap dengan telur, ketika dingin hujan tiba, memuaskan lapar di tanggal tua. Bagi mimi, bahagia memang sederhana, tapi tetap ada kadarnya. Lebih dari sekadar bahagia aja atau bahagia banget. Bahagia yang pertama adalah  karena melihat orang lain bahagia. Bahagia yang kedua berasal dari apa yang terlihat di sekitar.  Sedangkan bahagia ketiga  murni berasal dari diri kita sendiri atas suatu pencapaian yang telah atau kemungkinan akan diraih. Sampai saat ini, mimi masih bisa merasakan bahagia yang pertama dan kedua. Mimi bersyukur bisa ikut bahagia kalau teman mimi juga bahagia. Mimi bersyukur bisa bahagia menikmati senja serta mencecap manisnya kembang gula. Tapi untuk bahagia yang k...

Sayonara

Pagi ini pakaianku sudah rapi. Kemeja putih ditemani rok kotak-kotak dan sepatu putih, seragam hari ini. Dan untuk kesekian kali aku datang lagi ke bangunan itu. Bangunan yang selalu ku kunjungi selama tigakali tigaratus enampuluh lima hari, dikurangi libur tentunya. Bertemu manusia-manusia senasib yang selama kurun waktu yang kurang lebih sama menjalani rutinitas yang serupa. Mereka masih tampak sama dengan senyum yang melengkung di bibir mereka masing-masing. Ada sedikit kecemasan tersirat dalam pandangan mata mereka.  Kami dikumpulkan di aula, mendengarkan  hal-hal praktis dan petuah, selanjutnya menuju kelas masing-masing. Ruangan kelas yang terakhir kami tempati.  Amplop dibagikan. Wali kelas mengingatkan, apabila berhasil, tengoklah kiri-kanan, jangan langsung bersorak kegirangan.  "Lihatlah sekitar, apakah kalian berhasil bersama ataukah tidak." Hening meliputi kelas kami. Terdengar sorakan dari kelas sebelah. Kami membuka amplop masing-masing. Be...

S(a)MA tapi beda

Kemarin atas nama keseloan saya berkunjung ka mantan SMA saya. Tentu saya tidak sendirian karena saya sudah janjian dengan kanca selo saya yang kebetulan dulu satu SMA dan sekarang satu universitas. Dan seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya, ritual semacam ini selalu diawali dengan mengunjungi tempat yang paling melekat di hati kami, yaitu kantin sekolah yang kondisinya masih sama dengan waktu kami berkunjung terakhir kali. Bahkan letak lapak-lapak penjualnya masih sama sejak awal saya jadi anak SMA.Sabun cuci tangan yang ada di dekat wastafel masih cair sehingga cocok bila disebut sabun cair.Namun beberapa hal  dari SMA saya ini ada yang berubah seperti fungsi ruangan, lab ipa dipasangin keramik, perpus ditambahin ac , dll. Ada  ruangan yang kehilangan 'auranya' ketika saya masuk. Perpustakaan misalnya. Mungkin karena renovasi yang dilakukan membuat saya pangling  dengan ruangan tersebut. Lebih rapi, lebih leluasa, tapi terasa lebih sepi.  Sebenarnya selama s...

Meme that describes me

Tahu meme kan? Kalau tidak, ini saya kasih beberapa contohnya: Berdasarkan ke -sok tahuan saya, meme adalah semacam gambar yang menunjukkan ekspresi terkait situasi tertentu. Meme biasanya diberi keterangan atau caption yang sesuai, berdasarkan pengalaman misalnya. Kadang meme juga bisa digunakan dalam bentuk komik. Contoh lainnya bisa lihat 9gag , memecenter , dll. Seperti yang tadi sudah saya bilang, caption yang melekat pada meme bisa berupa pengalaman atau sebut saja curhat. Dari sekian banyak meme yang dikenal dan tersebar di berbagai website, ada satu meme yang saya rasa paling cocok dengan diri saya. Meme di atas disebut Paranoid Parrot. Saya rasa meme ini menggambarkan keseharian saya karena saya sering merasa paranoid. Saya terkadang sering terjebak dalam ekspektasi  pemikiran yang terlalu jauh dan kata 'jangan-jangan' , meski biasanya dalam hal-hal sepele seperti:  Khawatir pintu rumah belum dikunci sehingga ingin mengecek kembali setelah...